Nama
: Shahnaz Nabiilah Z.A
NIM
: 8323162809
Mata
kuliah : Pancasila
Kelas
: D3 Akuntansi 1
Mata
Kuliah : Pancasila
Dosen
Pengampu : Bapak Abdul Rahman Hamid,S.H,M.H
Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Pertemuan kelima mata kuliah umum Pendidikan
Pancasila kali ini diadakan pada hari Senin 10 April 2017. Pada pertemuan kali ini, Pak
Abdul menawarkan kami sebuah permainan kelompok. Dengan keuntungan apabila terdapat
salah satu kelompok dapat memecahkan permainan ini, si ketua kelompok
mendapatkan nilai A- sedangkan anggotanya mendapatkan B+.
Lalu untuk pembagian kelompok kami diminta
berhitung dari 1-6. Dan Pak Abdul memerintahkan mahasiswa untuk berkumpul
sesuai dengan kelompoknya tetapi jangan sampai berisik dan berurutan. Tetapi
tidak ada satupun dari kita yang dapat memainkan permainan ini. Karena tidak
ada satupun ketua kelompok maju kedepan untuk memberikan satu komando, agar
memerintahkan temannya untuk tetap berkelompok dan berurutan duduknnya tanpa
menggunakan suara.
Permainan tersebut mengajarkan bahwa kita
harus memiliki kesadaran, tanggung jawab serta inisiatif tinggi untuk dapat
mengelola lingkungan. Kalau lingkungan sudah dapat terkelola pasti diri kita
pun sudah terkelola dengan baik.
Selanjutnya, kita harus
menunjuk seorang pemimpin tanpa melakukan voting, pemilihan harus dilakukan
dengan cara musyawarah tanpa adanya suara. Pada permainan kedua ini pemimpin
kelompok disebut sebagai gubernur. Sebelum permainan dimulai para gubernur diberikan
penjelasan serta pembacaan aturan permainan. Yang menjadi titik berat pada
permainan ini yaitu kepemimpinan, kecerdiakan dan kejelian mencari hal yang
akan menjadi sebuah penilaian.
Pada permaian tersebut Pak
Abdul selaku pimpinan sidang membacakan sebuah masalah. Dan gubernur harus
menjawab setuju atau tidak dengan pernyataan yang diberikan oleh pimpinan
sidang. Masalah yang diangkat pada permainan tersebut adalah kenaikan BMM,
Pengalihan anggaran negara untuk Pertahanan, Kenaikan UKT, dikembalikan nya
freeport ke Indonesia. Hal tersebut harus dipikirkan oleh pemimpin kelompok
dengan usulan dari beberapa anggota tentunya.
Permainan ini sangat
dituntut kecerdikan pemain dalam memainkan peran tersebut. Pada permaian
tersebut banyak sekali pelajaran yang diperoleh, sebagai seorang pemimpin kita
dapat mengambil kebijakan apapun asalkan semua orang yang dipimpin setuju, bisa
berkomunikasi dengan orang lain, melakukan koordinasi, dan melihat realita yang
ada.
Jika permainan ini dikaitkan
pada sebuah negara, tidak akan berjalannya suatu negara tanpa seorang pemimpin,
begitu halnya negara tak akan berjalan tanpa adanya prinsip ataupun sebuah
peraturan yang mendasari. Dan kita diajarkan untuk melihat realita yang ada
karena ada saja sekelompok orang yang memanfaatkan suatu keadan yang dapat
memecah belah hanya untuk menguntungkan diri sendiri.
Sekian pelajaran yang saya
dapat dari pertemuan kelima. Wassalamua’alaikum Wr. Wb.