Sabtu, 22 April 2017

Pendidikan Pancasila – Review Perkuliahan Pertemuan ke-5

Nama           : Shahnaz Nabiilah Z.A
NIM            : 8323162809
Mata kuliah    : Pancasila
Kelas          : D3 Akuntansi 1
Mata Kuliah    : Pancasila
Dosen Pengampu : Bapak Abdul Rahman Hamid,S.H,M.H

Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Pertemuan kelima mata kuliah umum Pendidikan Pancasila kali ini diadakan pada hari Senin 10 April 2017. Pada pertemuan kali ini, Pak Abdul menawarkan kami sebuah permainan kelompok. Dengan keuntungan apabila terdapat salah satu kelompok dapat memecahkan permainan ini, si ketua kelompok mendapatkan nilai A- sedangkan anggotanya mendapatkan B+.

Lalu untuk pembagian kelompok kami diminta berhitung dari 1-6. Dan Pak Abdul memerintahkan mahasiswa untuk berkumpul sesuai dengan kelompoknya tetapi jangan sampai berisik dan berurutan. Tetapi tidak ada satupun dari kita yang dapat memainkan permainan ini. Karena tidak ada satupun ketua kelompok maju kedepan untuk memberikan satu komando, agar memerintahkan temannya untuk tetap berkelompok dan berurutan duduknnya tanpa menggunakan suara.

Permainan tersebut mengajarkan bahwa kita harus memiliki kesadaran, tanggung jawab serta inisiatif tinggi untuk dapat mengelola lingkungan. Kalau lingkungan sudah dapat terkelola pasti diri kita pun sudah terkelola dengan baik. 

Selanjutnya, kita harus menunjuk seorang pemimpin tanpa melakukan voting, pemilihan harus dilakukan dengan cara musyawarah tanpa adanya suara. Pada permainan kedua ini pemimpin kelompok disebut sebagai gubernur. Sebelum permainan dimulai para gubernur diberikan penjelasan serta pembacaan aturan permainan. Yang menjadi titik berat pada permainan ini yaitu kepemimpinan, kecerdiakan dan kejelian mencari hal yang akan menjadi sebuah penilaian. 

Pada permaian tersebut Pak Abdul selaku pimpinan sidang membacakan sebuah masalah. Dan gubernur harus menjawab setuju atau tidak dengan pernyataan yang diberikan oleh pimpinan sidang. Masalah yang diangkat pada permainan tersebut adalah kenaikan BMM, Pengalihan anggaran negara untuk Pertahanan, Kenaikan UKT, dikembalikan nya freeport ke Indonesia. Hal tersebut harus dipikirkan oleh pemimpin kelompok dengan usulan dari beberapa anggota tentunya.

Permainan ini sangat dituntut kecerdikan pemain dalam memainkan peran tersebut. Pada permaian tersebut banyak sekali pelajaran yang diperoleh, sebagai seorang pemimpin kita dapat mengambil kebijakan apapun asalkan semua orang yang dipimpin setuju, bisa berkomunikasi dengan orang lain, melakukan koordinasi, dan melihat realita yang ada.

Jika permainan ini dikaitkan pada sebuah negara, tidak akan berjalannya suatu negara tanpa seorang pemimpin, begitu halnya negara tak akan berjalan tanpa adanya prinsip ataupun sebuah peraturan yang mendasari. Dan kita diajarkan untuk melihat realita yang ada karena ada saja sekelompok orang yang memanfaatkan suatu keadan yang dapat memecah belah hanya untuk menguntungkan diri sendiri.

Sekian pelajaran yang saya dapat dari pertemuan kelima. Wassalamua’alaikum Wr. Wb.

Jumat, 21 April 2017

Pendidikan Pancasila – Review Perkuliahan Pertemuan ke-4

Nama           : Shahnaz Nabiilah Z.A
NIM            : 8323162809
Mata kuliah    : Pancasila
Kelas          : D3 Akuntansi 1
Mata Kuliah    : Pancasila
Dosen Pengampu : Bapak Abdul Rahman Hamid,S.H,M.H

Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Pertemuan keempat mata kuliah umum Pendidikan Pancasila kali ini diadakan pada hari Senin 3 April 2017. Pada pertemuan kali ini, akan ada dua kelompok yang maju untuk mempresentasikan materi tentang “Sejarah Tentang Arus Pancasila.” Dosen kami akan menunjuk salah satu kelompok dari beberapa kelompok secara acak. Kelompok pertama pun terpilih untuk mempresentasikan materi tersebut, Mereka mempresentasikan sejarah pancasila dengan menggunakan smartphone. Walaupun begitu presentasi berjalan dengan lancar.

Setelah kelompok pertama selesai, kemudian terpilihlah kelompok dua. Kelompok kedua yang terpilih adalah kelompok saya, yang terdiri dari Aulia Zakiyya, Raden Agameru, Justin Sukirya dan tentunya saya sendiri. Saya dan teman-teman saya pun terkejut ketika nama kelompok kami disebutkan satu per-satu. Tapi kami dapat mempresentasikan materi dengan lancar.


Setelah dua kelompok telah selesai presentasi, Pak Abdul menambahkan tentang dua hal yaitu, idealisme dan pragmatisme. Beliau menerangkan menggunakan konsep, dengan permisalan A-B-C yang dapat diambil kesimpulan Idealisme adalah suatu faham yang menuntut manusia untuk berbuat sesuai dengan norma-norma, nilai-nilai yang berlaku atau berpegang teguh kepada aturan yang berlaku. Dan pragmatisme adalah suatu faham yang mementingkan hasil akhir, tidak peduli melalui jalan apa saja yang akan dilalui meskipun jalan tersebut haram.

Sekian review yang saya dapat pada pertemuan keempat ini. Wassalamua’alaikum Wr. Wb.