Sabtu, 08 Juli 2017

Dasar-dasar Kewirausahaan

BAB I
PENDAHULUAN

A.  Latar Belakang
    Untuk memasyarakatkan dan membangkitkan semangat kewirausahaan di Indonesia, pemerintah telah mengeluarkan Instruksi Presiden Nomor 4, Tahun 1995. Adapun tujuan dikeluarkannya Instruksi Presiden tersebut untuk menumbuhkan semangat kepeloporan di kalangan generasi muda agar mampu menjadi wirausahawan.
   Kewirausahaan pertama kali muncul pada abad 18 diawali dengan penemuan-penemuan baru seperti mesin uap, mesin pemintal, dll. Tujuan utama mereka adalah pertumbuhan dan perluasan organisasi melalui inovasi dan kreativitas. Keuntungan dan kekayaan bukan tujuan utama. Para wirausahawan diharapkan dapat menjadi pelopor pembangunan, antara lain ikut serta mengurangi adanya pengangguran. Perubahan dan perbaikan nasib kita harus didasarkan pada kehendak, keinginan, dan kerja keras. Karena itu, peranan wirausaha penting sekali untuk menentukan masa depan bangsa dan Negara.

B.     Rumusan Masalah
1.      Apa pengertian dari kewirausahaan ?
2.      Apa tujuan dan manfaat dari kewirausahaan ?
3.      Bagaimana karakteristik yang dimiliki oleh wirausahawan ?
4.      Apa saja faktor pendorong pertumbuhan kewirausahaan ?
5.      Apa saja jenis/macam pelaku wirausahawan ?
6.      Apa potensi kelemahan kewirausahawan ?
7.      Apa saja faktor-faktor keberhasilan dan kegagalan usaha ?
  
C.    Tujuan Penulisan
1.      Mengetahui pengertian kewirausahaan.
2.      Memahami tujuan kewirausahaan.
3.      Mengetahui karakteristik yang dimiliki oleh wirausahawan
4.      Mengetahui faktor pendorong pertumbuhan kewirausahaan.
5.      Mengetahui jenis/macam pelaku wirausahawan.
6.      Mengetahui potensi kelemahan kewirausahawan.
7.      Mengetahui faktor-faktor keberhasilan dan kegagalan usaha.

BAB II
PEMBAHASAN

A.  Pengertian Kewirausahaan
     Kewirausahaan berasal  dari kata dasar wirausaha. Wirausaha terdiri dari kata wira dan usaha. Arti kata wira adalah pejuang, utama, gagah, berani, teladan dan jujur, sedangkan usaha adalah kegiatan yang dilakukan. Pengertian wirausaha adalah orang yang pandai atau berbakat mengenali produk baru, menentukan cara produksi baru, menyusun kegiatan untuk mengadakan produk baru, mengatur permodalan serta memasarkannya. Pelaku wirausaha disebut wirausahawan atau entrepreneur.
   Kewirausahaan, seperti tercantum dalam lampiran Keputusan Menteri Koperasi dan Pembinaan Pengusahan Kecil Nomor 961/KEP/M/XI/1995, adalah semangat, sikap, perilaku dan kemampuan seseorang dalam menangani usaha atau kegiatan yang mengarah pada upaya mencari, menciptakan serta menerapkan cara kerja, teknologi, dan produk baru dengan meningkatkan efisiensi dalam rangka memberikan pelayanan yang lebih baik dan memperoleh keuntungan yang lebih besar.[1]
  Seorang wirausahawan (entrepreneur) adalah seorang yang menciptakan bisnis baru dengan mengambil risiko dan ketidakpastian demi mencapai keuntungan dan pertumbuhan dengan cara mengidentifikasikan peluang yang signifikan dan menggabungkan sumber-sumber daya yang diperlukan sehingga sumber-sumber daya itu bisa dikapitalisasikan. Berikut ini adalah ringkasan mengenai profil wirausahawan, diantaranya :
  Hasrat dan tanggung jawab. Para wirausahawan merasakan tanggung jawab pribadi yang amat dalam terhadap hasil atas usaha yang telah mereka mulai. Mereka lebih memilih dapat mengendalikan sumber-sumber daya mereka untuk mencapai tujuan-tujuan yang telah ditetapkan sendiri.
  Lebih menyukai risiko menengah. Para wirausahawan bukanlah orang-orang yang mengambil risiko secara membabi buta, melainkan orang yang mengambil risiko yang diperhitungkan. Kewirausahaan menyangkut perencanaan dan pengambilan risiko yang telah diperhitungkan berdasarkan pengetahuan mengenai pasar, ketersediaan sumber daya atau produk, dan tindakan terencana yang berpotensi akan berhasil. Dengan kata lain, wirausahawan yang sukses bukanlah pengambil risiko, tetapi lebih sebagai penghapus risiko.
  Meyakini kemampuannya untuk sukses. Para kewirausahawan pada umumnya sangat yakin terhadap kemampuan mereka untuk sukses. Mereka cenderung optimis terhadap peluang kesuksesan.
  Keinginan untuk mendapatkan umpan balik yang sifatnya segera. Wirausahawan menikmati tantangan dalam menjalankan perusahaan dan mereka ingin mengetahui sebaik apa mereka bekerja dan terus menerus mencari umpan balik.
    Tingkat energi yang tinggi. Wirausahawan lebih energik dibandingkan orang kebanyakan. Energi ini merupakan faktor penentu mengingat luar biasanya upaya yang diperlukan untuk mendirikan perusahaan.
    Orientasi masa depan. Wirausahawan memiliki indera yang kuat dalam mencari peluang. Mereka melihat ke depan dan tidak begitu mempersoalkan apa yang telah dikerjakan kemarin, melainkan lebih mempersoalkan apa yang akan dikerjakan besok.
   Keterampilan mengorganisasi.Wirausahawan mengetahui cara mengumpulkan orang-orang yang tepat untuk menyelesaikan tugas. Penghubungan orang dan pekerja secara efektif memungkinkan kewirausahaan untuk mengubah pandangan kedepan menjadi kenyataan.
  Menilai prestasi lebih tinggi dari pada uang. Salah satu kesalahan konsep yang paling umum mengenai wirausahawan adalah anggapan bahwa mereka sepenuhnya terdorong oleh keinginan menghasilkan uang. Sebaliknya, prestasi tampak sebagai motivasi utama para wirausahawan, uang hanyalah cara sederhana untuk menghitung skor pencapaian tujuan atau pun simbol prestasi.
Karakter lain yang sering tampak pada kewirausahawan, meliputi :
      Komitmen yang tinggi.
      Toleransi terhadap ambiguitas.
      Fleksibilitas.
      Keuletan

B.     Tujuan Kewirausahaan
Di bawah ini diuraikan tujuan dari kewirausahaan adalah sebagai berikut.
1. Meningkatkan jumlah para wirausaha yang berkualitas.
2. Mewujudkan kemampuan dan kemantapan para wirausaha untuk menghasilkan kemajuan dan kesejahteraan masyarakat.
3. Membudayakan semangat sikap, perilaku, dan kemampuan kewirausahaan di kalangan mahasiswa dan masyarakat yang mampu, handal, dan unggul.
4. Menumbuhkembangkan kesadaran dan orientasi kewirausahaan yang tangguh dan kuat terhadap para siswa dan masyarakat.

C. Manfaat Kewirausahaan
   Survei membuktikan bahwa para pemilik bisnis kecil lebih bekerja keras untuk menghasilkan lebih banyak uang, dan merasa lebih bahagia dari pada bekerja untuk orang lain atau perusahaan lain. Berikut ini manfaat dari kewirausahaan adalah sebagai berikut.
 Peluang untuk menentukan nasib anda sendiri. Memiliki perusahaan sendiri memberikan kebebasan dan peluang bagi para wirausahawan untuk mencapai apa yang penting baginya. Para wirausahawan ingin mencoba memenangkan hidup mereka, dan mereka menggunakan bisnis mereka untuk mewujudkan keinginan itu.
   Peluang untuk melakukan perubahan. Semakin banyak wirausahawan yang memulai bisnis karena mereka melihat peluang untuk membuat perubahan yang menurut mereka penting.
 Peluang untuk mencapai potensi sepenuhnya. Terlalu banyak orang yang merasakan bahwa pekerjaan mereka membosankan, tidak menantang, dan tidak menarik. Akan tetapi, hal itu tidak berlaku bagi wirausahawan. Bagi mereka tidak banyak perbedaan antara bekerja dan bermain, keduanya sama saja. Bisnis-bisnis yang dimiliki para wirausahawan merupakan alat untuk mengungkapkan dan mengaktualisasikan diri.
   Peluang untuk meraih keuntungan yang menakjubkan. Walaupun uang bukan daya dorong utama bagi kebanyakan wirausahawan, keuntungan bisnis merupakan faktor motivasi yang penting untuk mendirikan perusahaan.
 Peluang untuk berperan dalam masyarakat dan mendapatkan pengakuan atas usaha anda. Kesepakatan bisnis berdasarkan kepercayaan dan saling menghormati adalah ciri perusahaan kecil. Memainkan peran penting dalam sistem usaha setempat dan mengetahui bahwa usaha mereka memiliki dampak yang signifikan terhadap tingkat kelancaran fungsi ekonomi negara ini, merupakan bentuk penghargaan lain bagi para manajer usaha kecil.
−   Peluang untuk melakukan sesuatu yang anda sukai dan bersenang-senang dalam mengerjakannya. Yang umumnya dirasakan oleh para pemilik usaha kecil adalah bahwa kegiatan kerja mereka yang sesungguhnya bukanlah kerja. Kebanyakan wirausahawan yang berhasil memilih masuk dalam bisnis tertentu, sebab mereka tertarik dan menyukai pekerjaan tersebut.[3]

D.    Karakteristik Wirausaha
     Pengusaha yang berhasil memilki kemungkinaan yang lebih besar di bandingkan dengan orang lain untuk memiliki orang tua yang juga pengusaha. Mereka juga cenderung memiliki karakteristik pribadi yang unik. Para peneliti yang mempelajari pengusaha yang berhasil melaporkan bahwa pengusaha cenderung lebih ingin tahu, bersemangat, dapat memotivasi diri sendiri, jujur, berani, flexsibel, cerdas, dan andal. Gooffrey G. Meredith (1996) mengemukakan ciri-ciri dan watak kewirausahaan seperti berikut :

No.
Ciri-Ciri
Watak
1
Percaya Diri
Keyakinan, kemandirian, individualitas, optimisme.
2
Berorientasikan tugas dan hasil
Kebutuhan akan prestasi, berorientasi pada


laba, memiliki ketekunan dan ketabahan,


memiliki tekad yang kuat, suka bekerja keras,


energik dan memiliki inisiatif.
3
Pengambil Resiko
Memiliki kemampuan mengambil resiko & suka


pada tantangan.
4
Kepemimpinan
Bertingkah laku sebagai pemimpin, dapat bergaul


dengan orang lain dan suka terhadap saran dan


kritik yang membangun.
5
Keorisinilan
Memiliki inovasi dan kreativitas tinggi, fleksibel,


serba bisa dan memiliki jaringan bisnis yang luas.
6
Berorientasi ke masa depan
Persepsi dan memiliki cara pandang/ cara pikir


yang berorientasi pada masa depan
7
Jujur dan Tekun
Memiliki keyakinan bahwa hidup sama dengan


kerja.

E.     Faktor - Faktor Pendorong Pertumbuhan Kewirausahaan
1.  Persepsi terhadap Figur Wirausahawan
    Figur wirausahawan yang dimaksud adalah orang tua, teman dan wirausahawan yang telah dikenal. Latar belakang orang tua yang berprofesi sebagai wirausahawan berpengaruh positif terhadap minat  berwirausaha. Orang tua yang berhasil dalam menjalankan profesi sebagai wirausahawan akan memberikan pengaruh positif untuk memulai berwirausaha karena ada keyakinan bahwa ia juga mampu berhasil seperti orang tuanya.

2. Ketersediaan Modal dan Lingkungan Sosial
   Tersedianya modal akan memicu minat seseorang dalam berwirausaha, misalnya memiliki bangunan yang lokasinya strategis akan memicu minat seseorang untuk membuka usaha di lokasi tersebut. Faktor lingkungan sosial meliputi perkerjaan masyarakat di sekitar tempat tinggal dan profesi teman yang memotivasi timbulnya minat berwirausaha.

3. Kebebasan Bekerja
    Bekerja identik dengan keterikatan  pekerja dengan peraturan-peraturan mengenai waktu kerja, cara kerja dan  pendapatan yang akan diterima. Banyak orang yang meninggalkan pekerjaannya beralasan ingin menjadi bos sendiri. Hal tersebut menunjukkan bahwa keinginan untuk bebas dalam menjalankan pekerjaan dengan caranya sendiri, bebas bekerja tanpa terikat aturan kerja adalah faktor yang memengaruhi minat berwirausaha.

4. Pengaruh Pendidikan Kewirausahaan terhadap Minat Berwirausaha
  Pendidikan, pengetahuan yang di dapat selama kuliah merupakan modal dasar yang digunakan untuk berwiraswasta, juga keterampilan yang didapat selama di perkuliahan terutama dalam mata kuliah praktek. Latar belakang pendidikan seseorang terutama yang terkait dengan bidang usaha, seperti bisnis dan manajemen atau ekonomi dipercaya akan mempengaruhi keinginan dan minatnya untuk memulai usaha baru di masa mendatang.

5. Kemajuan Teknologi dan e-Commerce
  Dengan bantuan mesin seperti laptop dan sebagainya seseorang dapat bekerja di rumah seperti layaknya bisnis besar. Dan juga, kemajuan World wide web yang merupakan jaringan sanagt besar yang dapat menghubungkan komputer di seluruh dunia melalui Internet dan membuka lautan informasi kepada penggunanya. Dengan begitu bisnis tidak lgi dibatasi dalam mencari pelanggan.

F.     Jenis - Jenis Pelaku Wirausahawan
1. Wirausahawan Muda
  Orang-orang muda telah mulai mengambil bagian dalam memulai bisnis. Yang didorong dari kekecewaan akan prospek dalam perusahaan dan keinginan untuk memiliki peluang menentukan nasib mereka sendiri, banyak generasi muda lebih memilih kewirausahaan sebagai jalur keluar mereka.

2. Wirausahawa Perempuan
  Terkadang perempuan masih mengalami diskriminasi di tempat kerjanya. Meskipun demikian, bisnis kecil telah menjadi pelopor dalam menawarkan peluang di bidang ekonomi, baik pekerjaan maupun kewirausahaan kepada perempuan. Semakin banyak perempuan menyadari bahwa cara terbaik untuk menembus hambatan-hambatan yang tak kentara yang menghambat peningkatan karier mereka untuk mencapai ke puncak organisasi adalah melalui bisnis mereka sendiri.


3.  Wirausahawan Minoritas
    Segmen populasi bisnis kecil yang juga berkembang dengan cepat adalah perusahaan yang dimiliki kaum minoritas. Seperti juga perempuan, kaum minoritas menyebutkan bahwa diskriminasi merupakan alasan utama yang membatasi akses mereka. Akan tetapi, bisnis kaum minoritas telah mengalami kemajuan dan tingkat keberhasilan mereka terus meningkat.

4.      Wirausahawan Imigran
      Kaum imigran saat ini datang dengan berbekal pendidikan dan pengalaman yang baik. Sehingga dedikasi dan keinginan mereka untuk berhasil, membuat mereka dapat meraih impian kewiarausahaan mereka.

5. Bisnis Rumahan
   Beberapa faktor yang menyebabkan banyak wirausahawan memilih rumah sebagai lokasi pilihan pertama adalah:
-  Menjalankan bisnis dari rumah meminimalkan biaya awal dan biaya operasi
- Perusahaan rumahan memuningkankan pemiliknya dapat mempertahankan gaya hidup dan gaya kerja fleksibel. Banyak wirausahawan bisnis di rumah minikmati menjadi bagian dari “angkatan kerja yang tidak harus berpakaian rapi”,
- Teknologi ynag mengubah banyak rumah biasa menjadi “villa elektronik”, memungkinkan wirausahawan untuk menjalankan berbagai macam bisnis dari rumah mereka,
- Banyak wirausahawan menggunakan Internet untuk menjalankan bisnis perdagangan elektronis (e-commerce) dari rumah dan bisa menjangkau seluruh dunia.

6. Bisnis Keluarga
   Bisnis keluarga (family-owned business) adalah bisnis yang pengendalian keuangannya dilakukan oleh satu atau lebih anggota keluarga. Bisnis keluarga merupakan bagian integral dari perekonomian.

7. Wirasutri
   Wirsutri (copreneurs) adalah sepasang suami-istri wirausahawan yang berbisnis bersama sebagai rekan kerja dalam bisnis mereka. Wirasutri yang berhasil, belajar membina landasan hubungan kerja yang sukses sebelum mereka mendirikan perusahaan. Beberapa sifat yang diandalkan mencakup:
-     Penilaian apakah kepribadian mereka akan bertaut dalam lingkup bisnis.
-     Saling menghormati bakat masing-masing.
-     Tujuan bisnis yang sesuai dengan tujuan hidup (visi bersama).
-     Pandangan bahwa mereka merupakan mitra sejajar.
-   Keterampilan bisnis yang saling melengkapi diakui dan dihargai oleh masing-masing pihak dan mengarah pada identitas bisnis yang unik bagi masing-masing pasangan.
-  Kemampuan menjaga jalur komunikasi tetap terbuka, berbicara, dan mendengarkan satu sama lain.
-   Pembagian peran dan wewenang yang jelas, idealnya berdasarkan keterampilan dan kemampuan masing-masing pasangan, untuk meminimalkan konflik dari perebutan pengaruh.
- Kemampuan untuk saling mendorong semangat masing-masing dan mengangkat mitra yang kurang bersemangat.
-   Batas antara kehidupan bisnis dan kehidupan pribadi, sehingga tidak tumpang tindih.
-   Adanya rasa humor.
-   Kesadaran bahwa tidak setiap pasangan dapat bekerja bersama-sama.

8. Korban PHK Perusahaan
   Para karyawan yang terkena PHK oleh perusahaan-perusahaan pasti telah menjadi sumber penting bagi aktivitas kewirausahaan. Banyak dari manajer perusahaan yang dirumahkan telah menjelma sebagi wirausahawan, dan rekan-rekan kerja mereka juga akan terjun ke dunia kewirausahaan.

9. Karyawan yang Mengundurkan Diri dari Perusahaan
  Perampingan besar-besaran pada koprporasi-korporasi telah memengaruhi karyawan yang tetap dipekerjakan setelah proses restrukturisasi: krisis kepercayaan. Hal ini mengakibatkan meningkatnya jumlah karyawan yang keluar dari struktur perusahaan dan kemudian menjadi wirausahawan. Karena mempunyai latar belakang berpendidikan tinggi, pengetahuan bisnis, dan pengalaman manajemen selama bertahun-tahun, mereka dapat segera meningkatkan tingkat kemampuan bertahan di perusahaan kecil.

10.  Wirausahawan Sosial
     Wirausahawan sosial (social entrepreneurs) mengunakan berbagai keahlihan mereka tidak hanya untuk membuat bisnis menjadi meguntungkan, tetapi juga untuk mecapai tujuan sosial dan lingkungan bagi keahlian bersama. Bisnis mereka sering kali memiliki tiga pertimbangan utama yang meliputi tujuan ekonomi, sosial, dan lingkungan. Para wirausahawan ini memandang bisnis mereka sebagai suatu mekanisme untuk mencapai tujuan sosial yang penting bagi mereka sebagai individu.

G. Potensi Kelemahan Kewirausahaan
    Meskipun memiliki suatu bisnis akan memberikan banyak keuntungan dan menyediakan banyak peluang, siapapun yang berencana memasuki dunia kewirausahaan harus menyadari adanya potensi kelemahan. Beberapa kelemahan kewirausahaan mencakup berikut ini :
      Ketidakpastian pendapatan.
      Resiko kehilangan seluruh investasi.
      Kerja lama dan kerja keras.
      Kualitas hidup yang rendah sampai bisnis mapan.
      Tingkat stres yang tinggi.
      Tanggung jawab penuh.
      Keputus asaan.

H.  Faktor - Faktor Keberhasilan dan Kegagalan Usaha
    Sebelum merintis usaha baru ada baiknya calon pengusaha mengetahui faktor-faktor keberhasilan dan kegagalan usaha yang akan di tekuninya. Dengan mengetahui faktor keberhasilan dan kegagalan usaha maka calon pengusaha dapat membuat suatu rencana untuk mengantisipasi dan menindaklanjuti apabila terjadi hal-hal di luar perencanaan semula.
1.      Keberhasilan Wirausaha
a.       Faktor-Faktor Pendukung Keberhasilan Wirausaha
Ada beberapa pendukung keberhasilan wirausaha, di antaranya :
1)      Faktor manusia,
2)      Faktor keuangan,
3)      Faktor organisasi,
4)      Faktor mengatur usaha,
5)      Faktor pemasaran
b.      Langkah-langkah untuk menjadi wirausahawan yang sukses di antaranya :
1)      Ada visi dan tujuan yang jelas.
2)      Bersedia untuk mengambil risiko uang dan waktu.
3)      Terencana dan terorganisir.
4)      Kerja keras sesuai dengan tingkatan kepentingannya.
5)      Mengembangkan hubungan yang baik dengan karyawan, pelanggan, pemasok, dan lainnya.
6)      Hal-hal yang membuat usaha atau bisnis meraih kesuksesan.
            Menurut W . Keith Schilit, ada 8 hal yang membuat usaha atau bisnis meraih kesuksesan atau keberhasilan, yaitu :
1)      Peluang pasar yang baik.
2)      Keunggulan persaingan.
3)      Kualitas barang/jasa.
4)      Inovasi yang berproses.
5)      Dasar budaya perusahaan.
6)      Menghargai pelanggan dan pegawai.
7)      Manajemen yang berkualitas.
8)      Dukungan modal yang kuat.

2.      Kegagalan Wirausaha
a.       Faktor-Faktor Penyebab Kegagalan Wirausaha
     Keberhasilan atau kegagalan wirausaha sangat tergantung pada kemampuan pribadi wirausaha. Dibawah ini merupakan faktor-faktor atau penyebab kegagalan dalam berwirausaha yaitu sebagai berikut.
1.   Ketidakmampuan manajemen atau manajemen yang buruk menjadi faktor utama dari kegagalan wirausaha. Tidak memiliki kemampuan dan pengetahuan dalam mengelola usaha.
2.     Kurangnya pengalaman, baik dalam kemampuan teknik, mengelola sumber daya manusia dsb.
3.    Pengendalian keuangan yang buruk dalam memelihara aliran kas, dan mengatur pengeluaran dan penerimaan secara cermat.
4.    Lemahnya usaha untuk memasarkan bisnis mereka.
5. Gagal dalam mengembangkan perencanaan strategis. Perencanaan sangat penting dalam berwirausaha, jika sekali gagal dalam perencanaan maka akan kesuliatan dalam pelaksanaannya.
6.     Pertumbuhan perusahaan yang tidak terencana dan terkendali.
7.  Lokasi yang buruk atau tidak strategis. Agar usaha dapat beroperasi secara efisien maka wirausahawan harus pintar dalam menentukan lokasi yang tepat. Yaitu melakukan penelitian dan pengamatan secara langsung dengan melihat peluang disekitar lingkungan yang akan ditempati untuk berbisnis.
8. Pengendalian persediaan yang tidak tepat. Kurangnya pengawasan dapat mengakibatkan penggunaan alat/persediaan tidak efisien dan tidak efektif.
9.   Penetapan harga yang tidak tepat. Tahap pertama dalam menetapkan harga yang akurat adalah dengan mengetahui biaya pembuatan atau penyediaan produk dan jasa. Kemudian pemilik bisnis dapat menetapkan harga yang sesuai dengan citra perusahaan dan tentu saja disertai dengan memerhatikan persaingan.
10.  Ketidakmampuan dalam melakukan peralihan/transisi kewiraushaan. Wirausahawan yang kurang siap menghadapi dan melakukan perubahan, maka ia tidak ada jaminan untuk menjadi wirausahawan yang berhasil. Keberhasilan dalam berwirausaha hanya bisa di peroleh apabila berani mengadakan perubahan dan mampu membuat peralihan setiap waktu.

b.      Cara Menghindari Kegagalan Dalam Usaha dan Bisnis
     Usaha mendirikan perusahaan sering dihadapkan kepada dua kemungkinan yaitu kegagalan dan keberhasilan. Salah satu sifat seorang wirausaha dapat menyikapi kegagalan dengan memperhatikan faktor-faktor penyebabnya. Faktor-faktor penyebab kegagalan dapat bersumber dari internal atau eksternal. Faktor-faktor Internal antara lain :
1.      Ketidaktelitian/ketidakcermatan,
2.      Kecerobahan,
3.      Kelalaian,
4.      Tergesa-gesa memutuskan,
5.      Tidak mau belajar dari kegagalan orang lain,
6.      Terlalu mudah percaya pada orang lain, dan lain-lain.

Faktor kegagalan yang berasal eksternal antara lain :
1.      Sumber daya yang tidak memadai, baik kualitas maupun kuantitas,
2.      Bencana alam,
3.      Kenaikan harga barang-barang yang tidak terduga,
4.      Pengaruh ekonomi global,
5.      Perubahan kebijakan pemerintah dalam berbagai hal, dan lain-lain.

Cara positif memandang kegagalan antara lain :
1.      Kegagalan adalah pelajaran berharga untuk tidak diulangi lagi,
2.      Kegagalan harus dapat menjadi motivasi agar mau maju terus,
3.      Anggaplah kegagalan itu sebagai sukses yang tertunda,
4.      Percayalah wirausaha-wirausaha sukses pasti pernah mengalami kegagalan, tetapi mempunyai kemampuan untuk bangkit kembali.
5.      Kegagalan harus dijadikan bahan evaluasi diri dan dikaji sebab-sebabnya, lalu disusun strategi untuk meminimalkan kegagalan, dan lain-lain.
            Cara atau strategi menghindari kegagalan adalah dengan mengadakan perencanaan usaha yang cermat mengenai perkembangan pasar, persaingan, sumber daya manusia, teknologi, proses produksi, keuangan, rugi-laba, arus kas, pasokan bahan baku, dan lain-lain.


BAB III
PENUTUP

A.   Kesimpulan
   Seorang wirausahawan (entrepreneur) adalah seorang yang menciptakan bisnis baru dengan mengambil risiko dan ketidakpastian demi mencapai keuntungan dan pertumbuhan dengan cara mengidentifikasikan peluang yang signifikan dan menggabungkan sumber-sumber daya yang diperlukan sehingga sumber-sumber daya itu bisa dikapitalisasikan. Inti dari kewirausahaan yaitu :
a.       Pengambilan resiko.
b.      Menjalankan sendiri.
c.       Memanfaatkan peluang-peluang.
d.      Menciptakan baru.
e.       Pendekatan yang inovatif, dan Mandiri.

B.    Saran
     Keterbatasan informasi dan ketelitian kami dalam menyusun makalah ini, menjadi sebab adanya kekurangan-kekurangan yang tidak dapat kami hindari. Oleh karena itu, penulis mengharapkan kritik dan saran demi penambahan wawasan bagi para penulis khususnya.

DAFTAR PUSTAKA

Rabu, 28 Juni 2017

Pendidikan Pancasila – Review Perkulihan Pertemuan Ke-12

Nama           : Shahnaz Nabiilah Z.A
NIM            : 8323162809
Mata kuliah    : Pancasila
Kelas          : D3 Akuntansi 1
Mata Kuliah    : Pancasila
Dosen Pengampu : Bapak Abdul Rahman Hamid,S.H,M.H

Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Pada hari ini pertemuan terakhir kami di kelas yaitu pertemuan ke-12 yaitu hari Jum’at, 02 Juni 2017. Mata kuliah ini diadakan di pagi hari yaitu sekitar jam 9 kurang karena Pak Abdul telat sekitar 30 menitan. Pagi ini di kelas kami hanya ada teman satu jurusan saya yaitu hanya kelas D3 Akuntansi, karena jurusan yang lain masuk pada sore hari sekitar jam 16.00. Kami berada di gedung Dewi Sartika lantai 8.
Pada pertemuan hari ini kami membahas tentang “Bagaimana Pancasila Menjadi Sistem Etika?” dan “Mengapa Pancasila Menjadi Dasar Nilai Pengembangan Ilmu?”. Dalam pertemuan kali ini Pak Abdul menjelaskan tentang kedua materi tersebut dan setelah beliau menjelaskan kami yang selanjutnya mempresentasikannya ke depan. Dari materi pertama tentang pancasila menjadi sistem etika ada 4 dari teman kami yang dapat menjelaskannya ke depan. Dan mereka mendapatkan nilai yang bagus ada yang mendapat 84, 87 dan sebagainya.
Pancasila sebagai sistem etika merupakan way of life yaitu jalan kehidupan yang dimana pancasila merupakan perodman bagi masyarakat Indonesia. Sebagai contoh seorang muslim, way of life mereka yaitu Al-Qur’an dan Hadits. Mereka dapat berpegang tersebut dengan keduanya yang menjadi tolak ukur kehidupan spiritual mereka. Dan di Indonesia dengan berbagai macam budaya, agama, suku dan ras yang menjadi salah satu pedoman atau tuntunan hidup dalam sumber hukum yaitu Pancasila.
Etika berbeda dengan adat istiadat. Etika merupakan kebiasaan yang baik, tata cara hidup yang baik yang dilakukan dalam keseharian masyarakat pada umumnya. Mislkan etika dalam berkendara yaitu menggunakan helm, memenuhi susat-surat berkendara, etika dalam berpakaian harus sopan dan menutup aurat. Beda halnya dengan adat istiadat. Di dalam adat istiadat merupakan salah satu bagian dari etika yaitu eticate. Yang dimana yang sudah dilakukan sejak lahir dalam diri manusia. Contohnya salaman dan mencium tangan kedua orang tua jika hendak ingin bepergian.
Ada tiga cara kita mengetahui etika seseorang yaitu dengan:
1.    Yang dimana seseorang melakukan baik/buruknya perilaku yang dia lakukan
2.    Memberikan sosialisasi
3.    Jika seeorang tetap melakukan keburukan maka orang tersebut tidak ber etika

Yang di maksud di sini adalah bahwa jika seseorang melakukan kegiatan yang bersifat menyimpang dari etika dalam kehidupan sehari-hari misalkan: di dalam mobil anak tersebut tiduran dan kakinya dihadapkan kepada kaca mobil yang dapat dilihat dari luar, maka anak tersebut harus diberi sosialisasi diberi peringatan agar tidak seperti itu lagi, hal tersebut jika didiamkan maka akan menjadi kebiasaan bagi anak tersebut dan berpengaruh terhadap lingkungan di sekitarnya. Tindakan tersebut dapat merugikan diri sendiri dan orang lain.

Urgensi Pancasila Sebagai System Etika
Pentingnya kita mempelajari etika dalam pancasila yaitu karena :
1.    Banyaknya kasus korupsi yang melanda negara Indonesia
2.    Masih terjadinya aksi terorisme yang mengatasnamakan agama sehingga dapat merusak semangat toleransi antar umat beragama
3.    Masih terjadinya pelanggaran hak asasi manusia (HAM) dalam kehidupan bernegara
4.    Kesenjangan antara kelompok masyarakat kaya dan miskin
5.    Ketidakadilan hukum
6.    Banyaknya orang kaya yang tidak bersedia membayar pajak dengan benar
Maka dari itu kita sebagai masyarakat Indonesia harus tahu menau tentang Pancasila sebgai system etika dengan benar. Etika pancasila diperluka dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara sebab berisikan tuntunan nilai-nilai moral yang hidup yang dapat mensejahterakan kehidupan antar bangsa dan negara.
Materi yang kedua yaitu tentang “Mengapa Pancasila Menjadi Dasar Nilai Pengembangan Ilmu?” dalam materi kedua ini kami diberi pertanyaan sistemnya sama seperti materi pertama. Dalam materi kedua ini saya belum bisa mejawab dan sepertinya hanya saya yang nilai presentasinya kurang bagus. Maka dari itu saya harus memperbaiki blog saya dengan cerita-cerita sseperti ini.
Pengembangan iptek tidak dapat terlepas dari situasi yang melingkupinya, artinya iptek selalu berkembang dalam suatu ruang budaya.
Relasi antara iptek dan nilai budaya, serta agama dapat ditandai dengan beberapa kemungkinan sebagai berikut:
1.    Iptek yang gayut dengan nilai budaya dan agama sehingga pengembangan iptek harus senantiasa didasarkan atas sikan human-religius
2.    Iptek yang lepas sama sekali dari norma budaya dan agama sehingga terjadi sekularisasi yang berakibat pada kemajuan iptek tanpa dikawal dan diwarnai nilai human-religius
3.    Iptek yang menempatkan nilai agama dan budaya sebagai mitra dialog di saat diperlukan. Bahwa iptek memang meilii hukum tersendiri, tetapi di pihak lain seperti agama, budaya untuk bertukar pikiran


Urgensi Pancasila sebagai Dasar Nilai Pengembangan Ilmu:
Karena adanya :
1.    Pluralitas nilai yang berkembang dalam kehidupan bangsa Indonesia, dengan kemajuan iptek sekarang ini menimbulkan perubahan dalam cara pandang manusia tentang kehidupan. Hal ini membutuhkan renungan dan refleksi yang mendalam agar bangsa Indonesia tidak terjerumus ke dalam penentuan keputusan nilai yang tidak sesuai dengan kepribadian bangsa
2.    Dampak negative yang ditimbulkan kemajuan iptek terhadap lingkungan hidup berada dalam titik nadiryang membahayakan eksistensi hidup manusia di masa yang akan dating. Oleh karena itu, diperlukan tuntutan moral bagi para ilmuwan dalam pengembangan iptek di Indonesia
3.    Perkembangan iptek yang didominasi negara-negara Barat dengan politik global ikut mengancam nilai-nilai khas dalam kehidupan berbangsa Indonesia, seperti spiritualitas, gotong royong, solidaritas, musyawarah, dan cita rasa keadilan. Oleh karena itu,diperlukan orientasi yang jelas untuk menyaring dan menangkal pengaruh nilai-nilai glonal yang tidak sesuai dengan nilai-nilai kepribadian bangsa Indonesia.


Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Pendidikan Pancasila – Review Perkulihan Pertemuan Ke-11

Nama           : Shahnaz Nabiilah Z.A
NIM            : 8323162809
Mata kuliah    : Pancasila
Kelas          : D3 Akuntansi 1
Mata Kuliah    : Pancasila
Dosen Pengampu : Bapak Abdul Rahman Hamid,S.H,M.H

Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Pertemuan ke-11 mata kuliah umum Pendidikan Pancasila diadakan pada hari Senin, 27 Mei 2017 mulai pukul 09.50-11.30. Adapun tantangan yang diberikan pada pertemuan kesebelas mata kuliah umum Pendidikan Pancasila yaitu mahasiswa harus mempresentasikan didepan kelas Pendidikan Pancasila kode seksi 0144 mengenai materi  “Bagaimana Pancasila Menjadi Dasar Negara Republik Indonesia?” dan  “Mengapa Pancasila Menjadi Ideologi Negara?”

Di pertemuan kali ini Bapak Abdul Rahman Hamid selaku dosen pengampu mata kuliah umum Pendidikan Pancasila mempersilahkan setiap kelompok untuk mempresentasikan materi tersebut didepan kelas sebagai pembuka materi Pendidikan Pancasila pertemuan kali ini. Kelompok pertama yaitu kelompok teman satu jurusan saya yang terdiri atas Rian Hidayat, Paula Noviniawaty, Desti Istiana dan Muhammad Farhan. Namun kelompoknya dinilai kurang di karenakan tidak dapat mempresentasikan seperti apa yang diharapkan Pak Abdul. Beliau ingin materi tersebut dipresentasikan sekaligus dengan pemberian contoh pada kehidupan nyatanya di Indonesia. Kemudian presentasi dilanjut oleh kelompok kedua yaitu kelompok yang dimana berisikan mahasiswa dari prodi BK dan MP. Mereka sangat bagus sekali dalam mempresentasikan materi tersebut. Dan bahkan mereka semua mendapatkan nilai yang bagus dan tidak perlu ikut quiz. Setelah mereka selesai mempresentasikan, mahasiswa yang lain kecuali mereka serta yang minggu sebelumnya lagi sudah mendapatkan poin terbanyak diharuskan mengikuti kuis pada pertemuan kali ini guna memperoleh nilai.

Pada pertemuan kali ini, quiznya berbeda dengan quiz quiz yang dilakukan pada minggu sebelumnya. Pada pertemuan kali ini, quiznya itu berupa cepat cepatan dalam menjawab soal yang diajukan oleh Pak Abdul yang dimana soal tersebut berupa soal soal yang bersangkutpautan dengan peraturan perundang undangan, pemilu dan pemerintahan Indonesia. Beberapa diantara kami banyak yang dapat menjawab pertanyaan tersebut. Setelah beberapa soal quiz diajukan selesai dan banyak yang sudah terjawab juga, kemudian pertemuan kali ini berakhir. Sebelum pertemuan berakhir seperti biasa Pak Abdul selaku dosen mengecek daftar absensi mahasiswa dan memberitahukan bahwa untuk pertemuan selanjutnya kami tetap quiz untuk memenuhi nilai kami pada mata kuliah Pendidikan Pancasila serta untuk pertemuan berikutnya topik untuk quiz tersebut yaitu “Bagaimana Pancasila Menjadi Sistem Etika?”

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Pendidikan Pancasila – Review Perkuliahan Pertemuan Ke-10

Nama           : Shahnaz Nabiilah Z.A
NIM            : 8323162809
Mata kuliah    : Pancasila
Kelas          : D3 Akuntansi 1
Mata Kuliah    : Pancasila
Dosen Pengampu : Bapak Abdul Rahman Hamid,S.H,M.H

Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Pertemuan kesepuluh mata kuliah umum Pendidikan Pancasila diadakan pada hari Senin, 22 Mei 2017 mulai pukul 09.50-11.30. Adapun tantangan yang diberikan pada pertemuan kesepuluh mata kuliah umum Pendidikan Pancasila yaitu mahasiswa harus memberikan tanggapan kepada pemaparan materi filsafat umum yang dipaparkan oleh Pak Abdul dikelas serta mencari kata kunci dari materi pada bab 5 yaitu “Mengapa Pancasila Merupakan Sistem Filsafat.”
Di pertemuan kali ini Bapak Abdul Rahman Hamid selaku dosen pengampu mata kuliah umum Pendidikan Pancasila memberikan materi filsafat umum kepada para mahasiswa sebagai pembuka materi Pendidikan Pancasila pertemuan kali ini dan mahasiswa pun diperkenan menanggapinya kemudian Pak Abdul memberi materi mengenai “Mengapa Pancasila Merupakan Sistem Filsafat” dan mahasiswa diharuskan menemukan kata kunci pada materi tersebut. Apabila mahasiswa tersebut dapat menebak materi tersebut maka mahasiswa tersebut mendapatkan point dan apabila salah satu mahasiswa mendapatkan point terbanyak maka mahasiswa tersebut dibebaskan dari presentasi pada pertemuan berikutnya.
Berikut adalah beberapa kata kunci yang harus ditebak oleh para mahasiswa mengenai pemaparan materi “Mengapa Pancasila Merupakan Sistem Filsafat” yang dipaparkan oleh Pak Abdul diantaranya :
a.    Pancasila  sebagai  sistem  filsafat  merupakan bahan renungan yang menggugah kesadaran para pendiri negara, termasuk Soekarno ketika menggagas ide Philosophische Grondslag. Perenungan ini mengalir ke arah upaya untuk menemukan nilai-nilai filosofis yang menjadi identitas bangsa Indonesia. Perenungan yang berkembang dalam diskusi-diskusi sejak sidang BPUPKI sampai ke pengesahan Pancasila  oleh PPKI,  termasuk salah satu momentum untuk menemukan Pancasila sebagai sistem filsafat. Kata kuncinya bahan renungan.

b.    (1) “Sebagai seorang pedagang, filsafat saya adalah meraih keuntungan sebanyak-banyaknya”.

(2) “Saya sebagai seorang prajurit TNI, filsafat saya adalah mempertahankan tanah air Indonesia ini dari serangan musuh sampai titik darah terakhir”.
(3) “Pancasila merupakan dasar filsafat negara yang mewarnai seluruh peraturan hukum yang berlaku”.
(4) “Sebagai seorang wakil rakyat, maka filsafat saya adalah bekerja untuk membela kepentingan rakyat”.
Dari hal tersebut yang merupakan kata kunci  dalam materi tersebut adalah nomor 3 yang merupakan sistem filsafat.

c.    Sistem filsafat harus bersifat koheren, artinya berhubungan satu sama lain secara runtut, tidak mengandung pernyataan yang saling bertentangan di dalamnya. Pancasila sebagai sistem filsafat, bagian-bagiannya tidak saling bertentangan, meskipun berbeda, bahkan saling melengkapi, dan tiap bagian mempunyai fungsi dan kedudukan tersendiri; Kata kuncinya adalah runtut.
d.    Sistem filsafat harus bersifat menyeluruh, artinya mencakup segala hal dan gejala yang terdapat dalam kehidupan manusia. Pancasila sebagai filsafat hidup bangsa merupakan suatu pola yang dapat mewadahi semua kehidupan dan dinamika masyarakat di Indonesia. Kata kuncinya yaitu mewadahi semua kehidupan dan dinamika masyarakat.
e.    Sistem filsafat harus bersifat mendasar, artinya suatu bentuk perenungan mendalam yang sampai ke inti mutlak permasalahan sehingga menemukan aspek yang sangat fundamental. Pancasila sebagai sistem filsafat dirumuskan berdasarkan inti mutlak tata kehidupan manusia menghadapi diri sendiri, sesama manusia, dan Tuhan dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Kata kuncinya adalah mendasar dan inti/fundamental.
f.     Sistem filsafat bersifat spekulatif, artinya buah pikir hasil perenungan sebagai praanggapan yang menjadi titik awal yang menjadi pola dasar berdasarkan penalaran logis, serta pangkal tolak  pemikiran tentang sesuatu. Kata kuncinya yaitu spekulatif.
g.    Manusia telah memperoleh kekuatan baru yang besar dalam sains dan teknologi, telah mengembangkan bermacam-macam teknik untuk memperoleh ketenteraman (security) dan kenikmatan (comfort). Kata kuncinya yaitu memperoleh kententeraman (security) dan kenikmatan (comfort).
h.    Filsafat melalui kerjasama dengan disiplin ilmu lain memainkan peran yang sangat penting untuk membimbing manusia kepada keinginan-keinginan dan aspirasi mereka. (Titus, 1984: 24). Kata kuncinya adalah membimbing manusia.
i.      Dan beberapa kata kunci lainnya yang harus ditebak oleh para mahasiswa pada pertemuan ke-10 ini yaitu pemecahan, pengalaman, kesadaran, anguisme politik, praktis soeharto tentang pemahaman P-4, serta wacana ekonomi.


Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Pendidikan Pancasila – Review Perkuliahan Pertemuan ke-9

Nama           : Shahnaz Nabiilah Z.A
NIM            : 8323162809
Mata kuliah    : Pancasila
Kelas          : D3 Akuntansi 1
Mata Kuliah    : Pancasila
Dosen Pengampu : Bapak Abdul Rahman Hamid,S.H,M.H

Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Pertemuan ke-10 mata kuliah umum Pendidikan Pancasila diadakan pada hari Senin, 22 Mei 2017 mulai pukul 09.50-11.30. Adapun tantangan yang diberikan pada pertemuan kali ini yaitu mahasiswa harus memberikan tanggapan kepada pemaparan materi filsafat umum yang dipaparkan oleh Pak Abdul di kelas serta mencari kata kunci dari materi pada BAB 5 yaitu “Mengapa Pancasila Merupakan Sistem Filsafat.”
            Di pertemuan kali ini Bapak Abdul Rahman Hamid memberikan materi filsafat umum kepada para mahasiswa sebagai pembuka materi dan mahasiswa pun diperkenan untuk menanggapinya. Kemudian Pak Abdul memberi materi mengenai “Mengapa Pancasila Merupakan Sistem Filsafat” dan mahasiswa diharuskan menemukan kata kunci pada materi tersebut. Apabila mahasiswa tersebut dapat menebak materi tersebut maka mahasiswa tersebut mendapatkan point dan apabila salah satu mahasiswa mendapatkan point terbanyak maka mahasiswa tersebut dibebaskan dari presentasi pada pertemuan berikutnya.
            Berikut adalah beberapa kata kunci yang harus ditebak oleh para mahasiswa mengenai pemaparan materi “Mengapa Pancasila Merupakan Sistem Filsafat” yang dipaparkan oleh Pak Abdul diantaranya :
a.    Pancasila  sebagai  sistem  filsafat  merupakan bahan renungan yang menggugah kesadaran para pendiri negara, termasuk Soekarno ketika menggagas ide Philosophische Grondslag. Perenungan ini mengalir ke arah upaya untuk menemukan nilai-nilai filosofis yang menjadi identitas bangsa Indonesia. Perenungan yang berkembang dalam diskusi-diskusi sejak sidang BPUPKI sampai ke pengesahan Pancasila  oleh PPKI,  termasuk salah satu momentum untuk menemukan Pancasila sebagai sistem filsafat. Kata kuncinya bahan renungan.

b.    (1) “Sebagai seorang pedagang, filsafat saya adalah meraih keuntungan sebanyak-banyaknya”.

(2) “Saya sebagai seorang prajurit TNI, filsafat saya adalah mempertahankan tanah air Indonesia ini dari serangan musuh sampai titik darah terakhir”.
(3) “Pancasila merupakan dasar filsafat negara yang mewarnai seluruh peraturan hukum yang berlaku”.
(4) “Sebagai seorang wakil rakyat, maka filsafat saya adalah bekerja untuk membela kepentingan rakyat”.
Dari hal tersebut yang merupakan kata kunci  dalam materi tersebut adalah nomor 3 yang merupakan sistem filsafat.

c.    Sistem filsafat harus bersifat koheren, artinya berhubungan satu sama lain secara runtut, tidak mengandung pernyataan yang saling bertentangan di dalamnya. Pancasila sebagai sistem filsafat, bagian-bagiannya tidak saling bertentangan, meskipun berbeda, bahkan saling melengkapi, dan tiap bagian mempunyai fungsi dan kedudukan tersendiri; Kata kuncinya adalah runtut.
d.    Sistem filsafat harus bersifat menyeluruh, artinya mencakup segala hal dan gejala yang terdapat dalam kehidupan manusia. Pancasila sebagai filsafat hidup bangsa merupakan suatu pola yang dapat mewadahi semua kehidupan dan dinamika masyarakat di Indonesia. Kata kuncinya yaitu mewadahi semua kehidupan dan dinamika masyarakat.
e.    Sistem filsafat harus bersifat mendasar, artinya suatu bentuk perenungan mendalam yang sampai ke inti mutlak permasalahan sehingga menemukan aspek yang sangat fundamental. Pancasila sebagai sistem filsafat dirumuskan berdasarkan inti mutlak tata kehidupan manusia menghadapi diri sendiri, sesama manusia, dan Tuhan dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Kata kuncinya adalah mendasar dan inti/fundamental.
f.     Sistem filsafat bersifat spekulatif, artinya buah pikir hasil perenungan sebagai praanggapan yang menjadi titik awal yang menjadi pola dasar berdasarkan penalaran logis, serta pangkal tolak  pemikiran tentang sesuatu. Kata kuncinya yaitu spekulatif.
g.    Manusia telah memperoleh kekuatan baru yang besar dalam sains dan teknologi, telah mengembangkan bermacam-macam teknik untuk memperoleh ketenteraman (security) dan kenikmatan (comfort). Kata kuncinya yaitu memperoleh kententeraman (security) dan kenikmatan (comfort).
h.    Filsafat melalui kerjasama dengan disiplin ilmu lain memainkan peran yang sangat penting untuk membimbing manusia kepada keinginan-keinginan dan aspirasi mereka. (Titus, 1984: 24). Kata kuncinya adalah membimbing manusia.
i.      Dan beberapa kata kunci lainnya yang harus ditebak oleh para mahasiswa pada pertemuan ke-10 ini yaitu pemecahan, pengalaman, kesadaran, anguisme politik, praktis soeharto tentang pemahaman P-4, serta wacana ekonomi.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Pendidikan Pancasila – Review Perkuliahan Pertemuan ke-7 dan 8

Nama           : Shahnaz Nabiilah Z.A
NIM            : 8323162809
Mata kuliah    : Pancasila
Kelas          : D3 Akuntansi 1
Mata Kuliah    : Pancasila
Dosen Pengampu : Bapak Abdul Rahman Hamid,S.H,M.H


Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Pertemuan ke-7 dan ke-8 mata kuliah umum Pendidikan Pancasila diadakan pada hari Senin, 8 Mei 2017 mulai pukul 09.50-11.30. Adapun tantangan yang diberikan pada pertemuan ke-7 dan ke-8 mata kuliah umum Pendidikan Pancasila yaitu mahasiswa harus memberikan tanggapan kepada pemaparan video yang dipaparkan oleh Pak Abdul melalui grup Whatsapp mata kuliah Pancasila kode seksi 0144. Di pertemuan kali ini Bapak Abdul Rahman Hamid selaku dosen pengampu mata kuliah umum Pendidikan Pancasila hanya memberikan video kemudian para mahasiswa pun menanggapinya dan diakhir pertemuan beliau akan menjelaskan kesimpulan dari pemaparan video tersebut.
Berikut adalah beberapa tanggapan yang diberikan oleh para mahasiswa mengenai pemaparan video yang dipaparkan oleh Pak Abdul diantaranya :
-       Politik di Indonesia kurang baik.
-       Masyarakat Indonesia masih kurang banyak pengetahuan mengenai politik.
-       Harusnya politik di Indonesia tidak membawa unsur SARA.
-       Kurang adanya toleransi dalam kehidupan bangsa dan negara Indonesia.
-       Video tersebut merupakan provokatif disalah satu pihak.
-       Apabila video sejenis semakin diperbanyak maka masyarakat Indonesia akan terpecah belah lebih jauh lagi.
-       Video tersebut harus dipilah secara dalam lagi dan memikirkan dampaknya jika video tersebut viral.


Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Pendidikan Pancasila – Review Perkuliahan Pertemuan ke-6

Nama           : Shahnaz Nabiilah Z.A
NIM            : 8323162809
Mata kuliah    : Pancasila
Kelas          : D3 Akuntansi 1
Mata Kuliah    : Pancasila
Dosen Pengampu : Bapak Abdul Rahman Hamid,S.H,M.H


Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Pertemuan keenam MKU Pancasila diadakan hari Senin, 17 April 2017. Pada pertemuan kali ini Pak Abdul menjelaskan tentang “Pancasila sebagai Ideologi Bangsa dan Negara”. Di pertemuan kali ini Bapak Abdul Rahman Hamid selaku dosen pengampu mata kuliah umum Pendidikan Pancasila menjelaskan mengenai Pancasila dalam fungsinya sebagai ideologi bangsa dan negara Indonesia.
Berikut adalah beberapa hal yang dibahas dalam mata kuliah umum Pendidikan Pancasila pada pertemuan keenam :
1.    Ideologi diartikan sebagai ilmu-ilmu yang mempelajari tentang ide-ide.
Contoh : Hedonisme.
2.    Ideologi sudah dimulai pada masa sidang BPUPKI yang pertama.
3.    Tiga jenis negara yang ada di Indonesia, yaitu :
-  Liberal,
-  Kelas, dan
-  Integralistik.
4.    Pilihan bentuk negara akan menentukan apa yang dilakukan oleh pemerintah.
5.    Pembagian masa-masa pemikiran manusia yaitu diantaranya :
a.    Dari sebelum abad ke-6 M yaitu masa prasokates dimana pemikiran atau logika berdasarkan alam sekitar.
b.    Abad ke-6 SM sampai abad ke-6 M, yaitu masa yunani kuno dimana timbulnya filsafat tentang manusia dan budaya adanya istilah kumsofis (Pengacara).
c.    Dari abad ke-6 M hingga 16 M, yaitu masa kegelapan dimana pada masa ini tidak boleh menentang nilai-nilai agama (Golongan borjuis).
d.    Dari abad ke-16 M sampai dengan abad 19 M merupakan puncaknya revolusi perancis.
e.    Dari abad ke-19 M sampai abad 20 merupakan abad kontemporer.
f.     Dari abad ke-20 hingga sekarang merupakan abad millenium.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.